Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar
DOI:
https://doi.org/10.31258/cers.2.1.37-52Kata Kunci:
jamban keluarga, perilaku BABS, STBM, Stop Buang Air SembaranganAbstrak
Saat ini, perilaku masyarakat Indonesia termasuk di desa Buluh Cina Kabupaten Kampar, masih banyak yang terbiasa buang air besar sembarangan (BABS), khususnya ke sungai yang juga digunakan untuk mencuci, mandi dan kebutuhan higienis lainnya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan terbantunya masalah BABS melalui pemicuan masyarakat dalam Sanitasi Total berbasis Masyarakat (STBM). Sasaran utama dalam pengabdian ini adalah masyarakat yang masih berperilaku BABS dan atau tidak memiliki jamban sehat di rumah. Selain itu, sasaran lainnya adalah petugas kesehatan dari Puskesmas Siak Hulu Tiga dan perangkat desa Buluh Cina yang akan meneruskan pembinaan dan pengawasan jangka panjang terhadap gerakan STBM. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pengumpulan data dalam bentuk survei dan wawancara serta memfasilitasi setiap kegiatan pemicuan STBM sekaligus menilai/evaluasi keberhasilan intervensi. Kegiatan ini telah dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak, antara lain Dinas Kesehatan, pemerintah daerah setempat, tenaga kesehatan di Puskesmas dan terutama masyarakat yang telah dilakukan kegiatan STBM. Berdasarkan kegiatan pemicuan STBM ini, telah terjadi peningkatan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya menciptakan perilaku stop buang air besar sembarangan (SBS) dan pentingnya kepemilikan jamban sehat keluarga
Referensi
Anwar, S., Aini, S., Deovani, B., dan Team KKN-PPM desa Gampang. 2017. Sosialisasi pentingnya tidak membuang air besar di sungai (stop BABS) di Desa Gampang Kecamatan Prambon. Abadimas Adi Buana. 2017, 1 (1): 43-48.
Kadir, A. 2019. Menteri PPN: 25 juta orang Indonesia masih BABS. (Diakses tanggal 30 Maret 2019). Tersedia di: https://www.antaranews. com/ berita/797384/menteri-ppn-25-juta-orang-indonesia-masih-babs.
Kemenkes RI. 2014. Peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 3 tahun 2014 tentang sanitasi total berbasis masyarakat. (Diakses tanggal 3 Maret 2019). Tersedia di: https://peraturan.bkpm.go.id/jdih/userfiles/batang /Permenkes _3_2014.pdf.
Kemenkes RIa. 2018. Upaya Indonesia Mewujudkan Sanitasi bagi masyarakat. (Diakses tanggal 3 Maret 2019). Tersedia di: http://www.kesmas.kemkes. go.id/portal/konten/~rilis-berita/121309-stbm-:-upaya-indonesia-mewujudkan-sanitasi-bagi-masyarakat.
Kemenkes RIb. 2018. Profil kesehatan Indonesia 2017. (Diakses tanggal 3 Maret 2019). Tersedia di: http://www.depkes.go.id/ resources/download/pusdatin /profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-tahun-2017.pdf.
Muhid, A., Sumarkan, Rakhmawati, Fahmi, L. Perubahan Perilaku Open Defecation Free (ODF) melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Babad Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. ENGAGEMENT-Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2018, 2 (1): 99-119.
WHO/UNICEF. Progress on Sanitation and Drinking-water: 2010 Update. Geneva: WHO 2010.
WHO/UNICEF. Progress on Sanitation and Drinking-water: 2015 Update and MDG Assessment. Geneva: WHO 2015.
WSP-EAP. Economic Impacts of Sanitation in Indonesia. Research Report. 2008:21 - 30.
Zahtamal, Chandra, F., Restila, R., Restuastuti, Perilaku Buang Air Besar Anak Usia Sekolah Dasar Yang Tinggal di Sepanjang Aliran Sungai Kampar Provinsi Riau. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2020, 12 (2); 87-96.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Zahtamal, Fachriani Putri, Fifia Chandra, Ridha Restila

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Author(s) retain the copyright of articles published in this journal, with first publication rights granted to Riau Journal of Empowerment. All journal content is licenced under Creative Commons Attribution 4.0 International License. This license permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited.

