Sosialisasi SAJAG (Serbuk Ajaib Penjernih Air Gambut) Untuk Pembentukan Usaha Mikro Kecil (UMK) Mahasiswa Universitas Riau
DOI:
https://doi.org/10.31258/cers.3.1.21-29Kata Kunci:
Air Gambut, Covid-19, Usaha Mikro Kecil, Penjernih, Pemberdayaan MasyarakatAbstrak
Pemberdayaan mahasiswa Universitas Riau baik mahasiswa atau alumni yang telah memiliki usaha mikro kecil (UMK) maupun yang belum menjadi jalan keluar (solusi) untuk penguatan ekonomi mereka. Penguatan ekonomi mahasiwa dijembatani oleh Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (P2K2) bekerjasama pihak perusahaan atau industri. Di sisi lain, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai salah satu lembaga penyelenggara kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi ujung tombak untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. Skema Pengabdian adalah Pengembangan Kewirausahaan tahun 2022. Lokasi kegiatan pengabdian berada di Jl. Merak Sakti Gang Hijrah Panam Kota Pekanbaru. Metode penerapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi. Masyarakat umum yang menjadiasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema pengembangan kewirausahaan adalah mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (UNRI) angkatan 2018 dan 2019 sebanyak 25 orang. Dalam kegiatan ini dilakukan uji pre test dan post test untuk melihat ketercapaian kegiatan. Dari pelaksanaan kegiatan ini di dapat hasil bahwa telah terlaksanakan kegiatan pengabdian dengan skema kewirausahaan ini dengan kelompok sasaran adalah alumni dan mahasiswa Universitas Riau sebanyak 25 orang dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman mencapai 97%. Kesimpulan kegiatan ialah produksi SAJAG layak untuk dilakukan sebagai Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil (UMK).
Referensi
Aris., Budijono dan M. Hasbi. 2015. The Use Of Continuous System Processor For Reducing Color And Turbidity Content In The Peat Water. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, 2(1):1-9. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERIKA/article/view/5164. Diakses pada tanggal 12 April 2020.
Bahri, B. and W. Prasetyo. 2020. Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Wirausaha dan Program Life Skill Untuk Meningkatkan Produktivitas Kelompok UPPKS Kalipakem Baru”. Riau Journal of Empowerment 3 (1), 27-37. https://doi.org/10.31258/raje.3.1.27-37
BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Pekanbaru, 2020. Kota Pekanbaru dalam Angka Tahun 2020. https://pekanbarukota.bps.go.id/publication/download.html?nrbvfeve=MmU0NTQ0ZjZkZGI3MDE3MjhkN2U4YTM2&xzmn=aHR0cHM6Ly9wZWthbmJhcnVrb3RhLmJwcy5nby5pZC9wdWJsaWNhdGlvbi8yMDIwLzA0LzI3LzJlNDU0NGY2ZGRiNzAxNzI4ZDdlOGEzNi9rb3RhLXBla2FuYmFydS1kYWxhbS1hbmdrYS0yMDIwLmh0bWw%3D&twoadfnoarfeauf=MjAyMi0wMS0xNyAwNjoxNzo1Ng%3D%3D.
Budijono, M. Hasbi dan E.S.N. Asih. 2016. Dosis kapur dan tawas dalam paket kemasan osmofilter untuk meningkatkan kualitas air gambut. Prosiding Seminar Nasional "Pelestarian Lingkungan & Mitigasi Bencana" Pekanbaru, 28 Mei 2016. Hal 533-542.
Budiman, A., C. Wahyudi, W. Irawati dan H. Hindarso. 2017. Kinerja koagulan PAC dalam penjernihan air Sungai Kalimas Surabaya menjadi air bersih. Widya Teknik, 7(1):25-34.
Darmawijaya, M.I., 1990. Klasifikasi Tanah. Gajah Mada University Press, Yokyakarta.
Eckenfelder, W.W. 2002. Industrial Water Pollution Control, Edisi Ketiga, McGraw- Hill Inc., Sydney.
Fahrurozi, M.A., S. Harahap dan Budijono. 2016. The Effectiveness of Al2SO4, CaO and Crude Tannin Extract Originated From Averrhoa bilimbi Leaf to Improve the Quality of Peat Water. Jurnal Online Mahasiswa Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, 3(2):1-8. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERIKA/article/view/10409. Diakses tanggal 15 Januari 2022.
Firda F., Mulyani O., Yuniarti A., 2016. Pembentukan, Karakterisasi Serta Manfaat Asam Humat Terhadap Adsorbsi Logam Berat. Soilrens, 14(2):9-12.
Iswari, L dan Muharir. 2021. Pengaruh Covid-19 Terhadap Aktivitas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah, 1(1):13-20.
Kementerian Kesehatan RI.2020. Peraturan Menteri Kessehatan Republik Indonesia. 2010. Nomor 492/MENKES/PER/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
Kharisma, A., Budijono dan S. Harahap. 2016. Jurnal Online Mahasiswa Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, 3(2):1-7. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERIKA/article/view/11870. Diakses tanggal 15 Januari 2022.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2020). Rekapitulasi Luas Kebakaran Hutan dan Lahan Per Provinsi di Indonesia Tahun 2015- 2019. Jakarta.
Kusnaedi. 2006. Mengolah Air Gambut dan Kotor untuk Air Minum. Penebar Swadaya, Jakarta.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air.
Ratmini, S. 2012. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pengembangan Pertanian. Jurnal Lahan Suboptimal. 1(2): 197-206.
Saputra, R., M. Hasbi dan Budijono. 2014.The Continuous Peat Water Treatment System To Lower Iron And Manganese as Live Media For Cyprinus carpio. JOM Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. 1(2):1-10. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERIKA/article/view/3329. Diakses tanggal 12 April 2020.
Shotyk, W. 1988. Review of the Inorganic Geochemistry of Peats and Peatland Waters. Earth- Sci. Rev. 25: 9 Elseveir Science Publishers B.V. Amsterdam.
Situngkir, D.Y., Budijono dan M. Hasbi. 2021. The effectiveness of different dosages of Lime, Alum and Bentonite to improve peat water quality. JOM Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, 8(1):1-12.https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERIKA/article/view/30071. Diakses tanggal 15 Januari 2022.
Sutapa, I.D.A., 2015. Klasifikasi Kualitas Air Gambut Di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu, Provinsi Riau. Teknologi Indonesia, 38(2): 82-92.
Sutapa, I.D.A., Prihatinningtyas, E., 2020. IPAG60 as Alternative Solution to Provide Clean Water in Peatland Areas. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 477(1), 12030.
Sutapa, I.D.A., 2014. Comparison of the Efficiency of Coagulant Poly Aluminum Chloride (PAC) and Aluminum Sulfate in Reducing Turbidity of Peat Water from Katingan Regency, Central Kalimantan Province. Geological Research And Mining, 24(1): 13–21.
Suwardi. 2014. Pemanfaatan Lahan Gambut Riau Bisa Diatasi Dengan Ekohidro. http:// Pemanfaatan Lahan Gambut Riau Bisa Diatasi dengan Ekohidro _ Kabar24 Bisnis.com.html.
Syarfi, H.S., 2007. Penyisihan Zat Organik Air Gambut Dengan Membran Ultrafiltrasi. Jurnal Sains dan Teknologi, 6(1): 1-4.
US-EPA. 2011 Edition of the Drinking Water Standars and Health Advisories (EPA 820-R-11-002). Washington DC.
Universitas Riau. 2020. LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Universitas Riau. Pekanbaru.
Widayat, W. dan N.I. Said. 2001. Pengolahan Air Gambut secara Kontinyu. Jurnal Teknologi Lingkungan. 2(3): 214-222.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Budijono Budijono, Yudho Harjoyudanto, Rina D’rita Sibagariang, Eddiwan Kamaruddin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Author(s) retain the copyright of articles published in this journal, with first publication rights granted to Riau Journal of Empowerment. All journal content is licenced under Creative Commons Attribution 4.0 International License. This license permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited.

