Gerakan Pelatihan Pencegahan Stunting di Desa Tasik Serai Barat
DOI:
https://doi.org/10.31258/cers.3.4.182-190Kata Kunci:
Stunting, Balita, Pencegahan Stunting, Pretest, PostestAbstrak
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang harus ditangani secara serius. Balita yang mengalami stunting memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menyebabkan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Pada akhirnya, secara luas stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan. Edukasi secara berkelanjutan dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan angka stunting. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini memiliki tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat meliputi remaja, ibu hamil, dan kader Posyandu agar dapat mengenali stunting, mengetahui upaya pencegahan, dan penatalaksanaan stunting. Materi Pelatihan diberikan kepada 20 peserta selama 60 menit. Tingkat pengetahuan peserta diukur sebelum dan sesudah kegiatan melalui Pretest dan Postest. Hasil Pretest menunjukkan bahwa 4 peserta memiliki pengetahuan baik, 12 peserta memiliki pengetahuan sedang, dan 4 peserta memiliki pengetahuan kurang. Tingkat pengetahuan meningkat setelah pemberian materi dan sesi tanya jawab yaitu terdapat 15 peserta memiliki pengetahuan baik, dan 5 peserta memiliki pengetahuan sedang. Seluruh komponen masyarakat diharapkan dapat ikut berperan serta aktif dalam upaya menurunkan angka kejadian stunting. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Referensi
Apriani, L. (2018). Hubungan Karakteristik Ibu, Pelaksanaan Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Stunting (Studi Kasus Pada Baduta 6-23 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sawit Kota Surakarta). Jurnal Kesehatan Masyarakat (UNDIP), 6(4), 198-205.
Calista, V. P., T. A. Larasati dan W. D. Sayekti. (2021). Kejadian Stunting dengan Perkembangan Motorik Halus Pada Balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada. 10(2), 1-6.
Fentiana, N., D. Ginting dan Zuhairiah. (2019). Keta hanan Pangan Rumah Tangga Balita 0-59 Bulan Di Desa Prioritas Stunting. Jurnal Kesehatan. 12(2), 1-6.
Mulyant, S., A. Setiawan dan F. Zahara. (2021). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kelurahan Setiawargi Kota Tasikmalaya Tahun 2020. Jurnal ilmiah Kesehatan Pencerah. 10(1), 99-109.
Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting Pada Anak: Penyebab dan Faktor Resiko Stunting Di Indonesia. Journal For Gender Mainstreaming. 14(1), 19-28.
Rahayu, Y. D., B. Yunariyah dan R. Jannah. (2022). Gambaran Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Tuban. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 10(2), 156-162.
Safinatunnaja dan S. Muliani. (2021). Faktor Penyebab Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Terara. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi. 9(1), 27-32.
Santrock, J. W. (2008). Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Terjemahan Tri Wibowo BS. Kencana Perdana Media Group.
Sulung, N, H. Maiyanti dan Nurhayati. (2020). Faktor Penyebab Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman. Jurnal Pembangunan Nagari. 5(1), 1-10.
Toliu, S. N. K., N. S. H. Malonda dan N. H. Kapantow. (2018). Hubungan Antara Tinggi Badan Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Kesehatan. 7(5), 1-5.
Pratiwi, S. R. (2019). Manajemen kampanye komunikasi kesehatan dalam upaya pengurangan Prevalensi Balita Stunting. Jurnal Manajemen Komunikasi, 4(1). 1-23.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Sakti Hutabarat, Noveri Lysbetti Marpaung, Rahyul Amri, Chandro Nainggolan Siahaan, Marlina Octa Venita Gultom, Taruli Devi Sihombing, Raja Hizkia Hutabalian, Dewi Fitri Novita Pasaribu, Anisa Lutfia, Albert Timbul Siregar, Jelita Mianarta Rajagukguk, Rani Fitri Arya Ningsi, Nursaldila Nursaldila

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Author(s) retain the copyright of articles published in this journal, with first publication rights granted to Riau Journal of Empowerment. All journal content is licenced under Creative Commons Attribution 4.0 International License. This license permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited.

